Dampak Kekeringan Berkepanjangan Terhadap Perubahan Struktur Ekonomi Rumah Tangga Petani di Wilayah Lahan Kering Kabupaten Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur

Nurul Aulia, Saidatul Ahmalia, Dwi Natasya, Lia Afiqah, Adhi Munajar

Abstract


Wilayah lahan kering di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sabu Raijua, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim akibat karakteristik geografis pulau kecil, kondisi semi-arid, keterbatasan sumber daya air, serta dominasi sistem pertanian tadah hujan. Fenomena kekeringan berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap produktivitas pertanian, tetapi juga memengaruhi keberlanjutan ekonomi rumah tangga petani melalui perubahan struktur nafkah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi strategi nafkah rumah tangga petani lahan kering dalam menghadapi tekanan iklim menggunakan pendekatan Sustainable Livelihoods Framework (SLF). Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan modifikasi kerangka PRISMA melalui proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap 16 artikel serta laporan penelitian yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi tematik dengan mengkaji perubahan lima modal nafkah, yaitu modal alam, finansial, manusia, fisik, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeringan menyebabkan kontraksi sektor pertanian (on-farm) akibat kegagalan panen, sehingga rumah tangga petani melakukan diversifikasi nafkah melalui sektor peternakan, pengolahan lontar, tenun ikat, produksi garam, dan migrasi tenaga kerja. Transformasi tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi masyarakat dalam mengonversi keterbatasan modal alam menjadi strategi bertahan hidup berbasis modal sosial dan ekonomi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ketahanan rumah tangga petani di wilayah kering tidak dapat hanya bergantung pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi harus diarahkan pada diversifikasi nafkah berbasis potensi lokal dan adaptasi iklim berkelanjutan.


Keywords


Anomali Hidrometeorologi, Lahan Kering, Reorganisasi Pendapatan, Sabu Raijua, Sustainable Livelihoods Framework.

Full Text:

PDF

References


BMKG. (2023). Analisis dan prakiraan musim kemarau serta anomali iklim di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Bupati Sabu Raijua. (2022). Keputusan Bupati Sabu Raijua Nomor 320/KEP/HK/2022 Tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Di Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2022. Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua.

Bustami, A., & Rachman, F. (2025). Kabupaten Sabu Raijua Dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sabu Raijua.

Chambers, R., & Conway, G. R. (1992). Sustainable rural livelihoods: practical concepts for the 21st century. Institute of Development Studies (IDS) Discussion Paper.

DFID. (1999). Sustainable livelihoods guidance sheets. Department for International Development.

Hall, R. (2012). Late Jurassic to Recent paleogeography of Southeast Asia and the 3D evolution of tectonic plates. Journal of Asian Earth Sciences, 59, 75–107.

Herlambang, S. (2013). Geomorfologi terapan dan analisis bentang alam Kepulauan Nusa Tenggara. Penerbit Ombak.

Koroh, R. D. J. (2015). Analisis faktor kerentanan dan risiko bencana kekeringan terhadap ketahanan pangan lokasi kasus Kabupaten Kupang. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 12(2), 45–58.

Lassa, J. A. (2012). Emerging micro-policy challenges of climate change adaptation in Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Climate Change Adaptation in the Pacific Horizon, 121-135.

Moher, D., Liberati, A., Tetzlaff, J., Altman, D. G., & PRISMA Group. (2009). Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses: the PRISMA statement. PLoS Medicine, 6(7), e1000097.

Nichols, G. (2023). Sedimentology and stratigraphy (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Rahardiawan, R., & Purwanto, C. (2018). Struktur geologi dan tektonik cekungan busur luar di perairan selatan Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Geologi Kelautan, 14(2), 85–98.

Sari, M. P., Indrawan, A., & Nugroho, S. (2024). Karakteristik tanah dan tata guna lahan kering pada formasi karst di pulau-pulau kecil Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 26(1), 14–22.

Scoones, I. (1998). Sustainable rural livelihoods: a framework for analysis. IDS Working Paper, 72, 1-22.

SGP Indonesia. (2024). Laporan kelayakan program komunitas di Pulau Sabu Raijua: Dampak perubahan iklim dan ketahanan pangan. Small Grants Programme (SGP) Indonesia.

Sutikno. (2013). Kondisi geo-fisik Kepulauan Nusa Tenggara dan pola adaptasi masyarakat terhadap keterbatasan air. Gadjah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.61590/int.v4i02.522

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Publisher: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415. Email: integrasijurnal@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats