Keraton Kasepuhan sebagai Pusat Pendidikan Budaya Islam Nusantara
Abstract
Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu warisan budaya Islam Nusantara yang tidak hanya memiliki nilai historis dan arsitektural, tetapi juga berperan sebagai ruang pendidikan budaya, karakter, dan nilai-nilai keislaman. Di tengah arus globalisasi yang menyebabkan melemahnya keterikatan masyarakat terhadap budaya lokal, keberadaan keraton menjadi penting sebagai media pelestarian identitas serta penguatan pendidikan Islam berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai pusat pendidikan budaya Islam Nusantara, khususnya dalam pewarisan nilai religius, pendidikan karakter, moderasi beragama, dan pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kajian literatur yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keraton Kasepuhan berfungsi sebagai pusat transmisi nilai Islam melalui tradisi, petatah-petitih Sunan Gunung Jati, artefak budaya, aktivitas keagamaan, dan pendidikan masyarakat. Nilai utama yang diwariskan meliputi tauhid, toleransi, dakwah bil hikmah, keteladanan, moderasi beragama, kepedulian sosial, akulturasi budaya, dan perdamaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Keraton Kasepuhan bukan sekadar situs sejarah, tetapi juga merupakan institusi budaya-edukatif yang relevan dalam pengembangan pendidikan Islam Nusantara yang moderat, humanis, dan berbasis kearifan lokal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustin, Anisa. “Pengembangan Objek Wisata Religi bagi Peningkatan Ekonomi Masyarakat (Studi pada Keraton Kasepuhan Kota Cirebon).” Skripsi/Tesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2021.
Alwi, Zulfahmi, dkk. Studi Ilmu Hadis. Jakarta: Rajawali Pers, 2021.
Badillah, Muhamad Rizky. “Perkembangan Keraton Kasepuhan Sebagai Kebudayaan di Masyarakat Cirebon.” Skripsi/Tesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2024.
Dananto, Woro Angga. Profil Budaya dan Bahasa Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat. Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020.
Dewi, Happy Indira, dan Anisa. “Akulturasi Budaya pada Perkembangan Kraton Kasepuhan Cirebon.” Dalam Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil), 55–66. Depok: Universitas Gunadarma, 2009.
Enjelina, Novita, Veronika Liana Umar, dan Mariana. “Study of Decorative Ornaments in the Pringgandani Ward of the Kasepuhan Palace, Cirebon.” International Journal of Application on Social Science and Humanities 2, no. 3 (2024): 101–5. https://doi.org/10.24912/ijassh.v2i3.34280.
Febriyanto, Alfian. “Filosofi Sunan Gunung Jati ‘Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin’ sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan di Cirebon dalam Telaah Teori Culture of Poverty.” Jurnal Yaqzhan 9, no. 1 (2023): 160–73.
Firdaus, Hilda, Vina Hildayanti, Amanda Alleynisa, Nur Cholifah, dan Tubagus Asad Muhajir. “Analisis Faktor Strategis dan Sumber Daya Situs Wisata Keraton Kasepuhan Ditinjau dari Minat Wisatawan.” Jurnal Dinamika Sosial dan Sains 1, no. 2 (2024): 95–101.
Guntoro, M., Zuki Kurniawan, dan Mia Rosalina. “Cultural Heritage and Creative Arts Development.” Barakuda 45 4, no. 2 (2022): 274–80.
Indriyani, Frida. “Pemanfaatan Situs Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon dalam Materi Pembelajaran Sejarah di Kelas X (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Palimanan).” Skripsi/Tesis, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, 2020.
Irawan, Nova Dena Putri, Yasa I Wayan Putra, dan I Wayan Pardi. “Kesepuhan Palace Museum, Cirebon, West Java (Study of the Historical Collection and Its Potential as a Source of Learning History in High School).” Jurnal Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah 11, no. 3 (2023): 232–43. https://doi.org/10.23887/jjps.v11i3.64172.
Jeffrey, Giovani Ferdino Pascal, dan Mariana. “Historical and Aesthetical Value of Mande at Keraton Kasepuhan in Cirebon.” International Journal of Application on Social Science and Humanities 1, no. 4 (2023): 149–55. https://doi.org/10.24912/ijassh.v1i4.28956.
Kistoro, Hanif Cahyo Adi, dan Aminah Nur Latifa Sibarani. “Relevansi Konsep Nilai Petatah Petitih Sunan Gunung Djati dalam Pendidikan Islam.” Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah 4, no. 2 (2019): 24–40. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2019.vol4(2).4125.
Lestari, Dian, Heri Kurnia, Dina Nurayu Ningtyas, dan Isrofiah Laela Khasanah. “Peran Keraton Kasepuhan Cirebon Sebagai Pusat Pemeliharaan dan Pembangunan Budaya.” Academy of Social Science and Global Citizenship Journal 1, no. 2 (2021): 98–113. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v1i2.1848.
Lestari, Nia Yunia. “Penerapan Konsep Baluwarti pada Arsitektur Keraton Kasepuhan Kanoman dan Kacirebonan di Cirebon.” Skripsi/Tesis, Universitas Katolik Parahyangan, 2020.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldana. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Edisi ke-3. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2014.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.
Mukmin, Abdullah. “Keraton Kasepuhan Sebagai Pusat Pewarisan Nilai Islam dan Budaya Cirebon.” Disertasi/Tesis, UIN Sunan Gunung Djati, 2020.
———. “Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal (Kajian Terhadap Nilai-Nilai Karakter Islami di Keraton Kasepuhan dan Kanoman Cirebon).” Tesis, UIN Sunan Gunung Djati, 2020.
Nandang, Kris, dan Suciyadi Ramdhani. “Jalan Dakwah Sunan Gunung Djati di Cirebon: Membangun Identitas EtnoReligius dan Nilai Moderasi pada Masyarakat Multikultural.” Jurnal Studi Sosial Keagamaan 2, no. 2 (2022): 139–53.
Noviyanti, Fitri, Diva Agestin Wulandari, Vipaldi Desta, Muhammad Imam Sanusi, dan Theguh Saumantri. “Nilai Akulturasi Keagamaan dalam Penyucian Pusaka Tradisi Jamasan di Keraton Kasepuhan Cirebon.” Holistik: Journal for Islamic Social Sciences 7, no. 2 (2023). https://doi.org/10.24235/holistik.v7i2.17146.
Nurhabibah, Prabawati, dan Hema Widiawati. “Eksplorasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Petatah-Petitih Sunan Gunung Jati.” Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 17, no. 1 (2021): 52–64. https://doi.org/10.25134/fon.v17i1.4195.
Purbodewi, Deby Sinantya, dan Rahadian P. Herwindo. “Development of Spatial and Mass on Keraton Kasepuhan Cirebon.” Jurnal RISA (Riset Arsitektur) 3, no. 4 (2019): 345–62. https://doi.org/10.26623/risa.v3i04.3519.345-362.
Shofwan, Arif Muzayin. Pendidikan Islam Nusantara Berbasis Multikultural. Pasuruan: Wawasan Ilmu, 2026.
Sucipto, Toto. “Eksistensi Keraton di Cirebon: Kajian Persepsi Masyarakat terhadap Keraton-Keraton di Cirebon.” Patanjala 2, no. 3 (2010): 472–89.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta, 2015.
Sunyoto, Agus. Atlas Wali Songo. Depok: Pustaka IIMaN, 2017.
Syarifuddin, Sani Safitri, Suratmi, Umi Chotimah, Rani Oktapiani, dan Angelina Seplianti. Jejak Awal Islam di Nusantara: Sejarah Masuknya Agama dan Kebudayaan Islam. Palembang: Bening Media Publishing, 2024.
Wildan, Dadan. Sunan Gunung Jati: Petuah, Pengaruh, dan Jejak-Jejak Sang Wali di Tanah Jawa. Jakarta: Salima Network, 2012.
DOI: http://dx.doi.org/10.61590/int.v4i02.514
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415. Email: integrasijurnal@gmail.com

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
View My Stats

